Mengenal Sejarah Togel di Indonesia: Dari Undian Berhadiah hingga Larangan Resmi

KOMENGTOTO Togel, atau singkatan dari “Toto Gelap”, bukan sekadar fenomena perjudian biasa di Indonesia. Ia memiliki rekam jejak sejarah yang panjang, berkelindan dengan kebijakan pemerintah, kebutuhan pembangunan, hingga akhirnya berakhir sebagai aktivitas yang dilarang keras oleh hukum.


1. Era Kolonial: Awal Mula Legalitas

Praktik undian berhadiah sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Saat itu, pemerintah kolonial menggunakan sistem lotere untuk menghimpun dana guna membangun infrastruktur atau kegiatan sosial. Hal ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menarik modal dari masyarakat secara sukarela melalui iming-iming hadiah besar.

2. Masa Orde Lama dan Pembangunan Nasional

Setelah merdeka, pemerintah Indonesia sempat memanfaatkan sistem serupa. Pada tahun 1960-an, di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, muncul istilah Lotto (Lotere Totalisator). Tujuannya sangat spesifik: hasil dari penjualan kupon digunakan untuk mendanai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan pembangunan fasilitas olahraga lainnya.

3. Masa Keemasan di Era Orde Baru: SDSB

Puncak dari legalitas undian berhadiah terjadi pada era Orde Baru. Pemerintah memperkenalkan SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah). Secara teknis, ini bukanlah “judi” dalam terminologi pemerintah saat itu, melainkan “sumbangan” masyarakat yang dikelola oleh Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS).

Dana yang terkumpul dari SDSB sangat fantastis dan digunakan untuk:

  • Pembangunan sarana olahraga.
  • Bantuan bencana alam.
  • Kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

4. Gelombang Protes dan Kelahiran Istilah “Togel”

Meski memberikan kontribusi finansial bagi negara, SDSB memicu kontroversi moral dan agama. Banyak pihak, terutama tokoh agama dan mahasiswa, menganggap SDSB telah merusak moral bangsa dan membuat masyarakat menjadi malas karena berharap pada keberuntungan semata.

Karena tekanan massa yang besar, pemerintah akhirnya mencabut izin SDSB pada tahun 1993. Namun, minat masyarakat terhadap tebak angka tidak hilang begitu saja. Praktik ini kemudian “masuk ke bawah tanah” atau dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Inilah awal mula istilah “Toto Gelap” (Togel) populer—karena dilakukan secara gelap atau ilegal.

5. Era Modern: Larangan Resmi dan Transformasi Digital

Saat ini, pemerintah Indonesia melalui UU ITE dan Pasal 303 KUHP secara tegas melarang segala bentuk perjudian, termasuk togel. Namun, tantangan baru muncul di era digital. Togel kini bertransformasi menjadi judi online, di mana servernya seringkali berada di luar negeri, sehingga lebih sulit untuk diberantas secara total.


Catatan Penting: Sejarah menunjukkan bahwa meskipun sempat dilegalkan untuk alasan pembangunan, dampak negatif togel terhadap ekonomi keluarga dan mentalitas masyarakat jauh lebih besar. Itulah mengapa saat ini togel statusnya mutlak ilegal di Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *