Mengenal Sejarah Togel di Indonesia: Dari Undian Berhadiah hingga Era Digital

angsa4d Togel, atau singkatan dari “Toto Gelap”, bukan sekadar fenomena tebak angka yang kita kenal hari ini. Di balik konotasinya yang negatif saat ini, permainan ini memiliki sejarah panjang yang berkelindan dengan kebijakan pemerintah, pembangunan infrastruktur, hingga transformasi teknologi di Indonesia.

1. Era Kolonial dan Awal Kemerdekaan

Praktik pengundian angka sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Lotto. Setelah Indonesia merdeka, praktik ini tidak langsung hilang. Pada tahun 1950-an, pemerintah mulai melihat potensi undian sebagai cara mengumpulkan dana masyarakat untuk tujuan sosial dan olahraga.

Salah satu yang paling diingat adalah Lotto (Lotere Totalisator) yang sempat populer di Jakarta untuk mendanai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON).

2. Masa Keemasan Kupon Berhadiah (1960 – 1980-an)

Pada era pemerintahan Gubernur Ali Sadikin di Jakarta (1960-an), undian angka dilegalkan untuk tujuan pembangunan kota. Hasil dari undian ini digunakan untuk membangun jalan, sekolah, hingga fasilitas umum lainnya.

Puncaknya terjadi pada era Orde Baru dengan munculnya beberapa program resmi pemerintah:

  • Forecast Racing (Forac): Undian yang dikaitkan dengan hasil pacuan kuda.
  • KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah): Dana yang terkumpul ditujukan untuk pengembangan atlet nasional.
  • SDSB (Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah): Ini adalah puncak dari legalitas tebak angka di Indonesia pada akhir 80-an hingga awal 90-an. SDSB sangat masif dan menjangkau hingga pelosok desa.

3. Gelombang Protes dan Pelarangan

Meskipun menyumbang dana besar bagi pembangunan dan kegiatan olahraga, SDSB menuai protes keras. Organisasi keagamaan dan mahasiswa menilai bahwa praktik ini lebih banyak merugikan rakyat kecil dan menciptakan ketergantungan mental “instan”.

Tekanan publik yang masif akhirnya membuat pemerintah secara resmi mencabut izin SDSB pada tahun 1993. Sejak saat itulah, aktivitas tebak angka ini berpindah ke jalur ilegal dan mulai dikenal dengan istilah “Togel” (Toto Gelap).

4. Evolusi ke Era Digital

Seiring masuknya internet ke Indonesia pada tahun 2000-an, wajah togel berubah total. Jika dulu pemasangan dilakukan lewat kurir atau “bandar darat” secara sembunyi-sembunyi, kini semuanya beralih ke ruang siber.

Ciri khas era digital ini meliputi:

  • Pasar Internasional: Munculnya referensi angka dari luar negeri seperti Singapura (SGP), Hong Kong (HK), dan Sydney (SDY).
  • Aksesibilitas Tinggi: Pemasangan bisa dilakukan melalui situs web atau aplikasi ponsel pintar.
  • Anonimitas: Transaksi menggunakan transfer bank atau dompet digital, membuatnya lebih sulit dilacak oleh aparat hukum.

5. Kesimpulan: Tantangan di Masa Kini

Perjalanan dari undian resmi pemerintah menjadi praktik ilegal mencerminkan dinamika sosial dan hukum di Indonesia. Meskipun saat ini Togel dilarang keras oleh UU ITE dan KUHP, keberadaannya di dunia digital tetap menjadi tantangan besar bagi pemerintah karena risiko kecanduan dan kerugian finansial yang nyata bagi masyarakat.


Penting untuk Diingat: Artikel ini bertujuan untuk edukasi sejarah. Di Indonesia, segala bentuk perjudian adalah tindakan melanggar hukum sesuai Pasal 303 KUHP dan Undang-Undang ITE terkait penyebaran konten perjudian.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *